homeschooling with father

Homeschooling dan Perbedaannya Dengan Sekolah Formal

Pada artikel ini, Parents akan mengenal Homeschooling dan mengetahui perbedaannya dengan sekolah formal. Simak ya!

Estimasi waktu baca: 5 menit

Apakah Arti Homeschooling?

Homeschooling adalah sebuah pendidikan alternatif yang berbasis keluarga dan lingkungan, dilakukan di rumah (pada umumnya),  di bawah pengarahan orang tua dan tidak dilaksanakan di tempat formal lainnya. Ini artinya keluarga berperan penuh atas pendidikan anaknya, dapat dikatakan juga bahwa orang tua homeschooling lebih memilih anak-anaknya untuk belajar di rumah daripada di sekolah formal.

Dalam cara belajar ini, orang tua bertanggung jawab sepenuhnya atas proses pendidikan anaknya, berbeda dengan sekolah formal dimana tanggung jawab untuk mendidik anak diserahkan kepada pihak sekolah, selama berada di sekolah semua kegiatan anak akan dipantau oleh sekolah dan diarahkan sesuai kebijakan dan kurikulum sekolah.

Nanti kurang pergaulan, nanti kurang update, tidak dapat bersosialisasi dengan teman-temannya. Mungkin itu adalah beberapa contoh dari sekian banyak kekhawatiran/keraguan orang tua jika anaknya homeschooling. Tenang Parents, pendidikan formal maupun non formal tidak dapat dijadikan tolak ukur kemampuan sosialisasi anak. Semua itu tergantung dari keterampilan orang tua dalam mengenalkan anaknya kepada lingkungan, mengajarkan anaknya cara berteman, berinteraksi dengan tetangga, serta mendekatkan diri dengan keluarga. Justru homeschooling akan membuka kesempatan bagi anak untuk bersosialisasi lintas usia sebab ada banyak ide kegiatan di luar rumah yang tidak mengelompokkan proses belajar berdasarkan usia.

Model Homeschooling

Perlu Parents ketahui, ada banyak model homeschool atau sering disebut homeschool model/methods. Diantara banyaknya metode tersebut, ada 7 model yang paling populer dan paling banyak digunakan, meskipun dalam prakteknya jauh lebih banyak beragam lagi karena setiap keluarga mengadaptasi sebuah model dengan cara yang berbeda-beda pula. 7 Model tersebut adalah:

  1. School at Home
  2. Unschooling
  3. Classical
  4. Montessori
  5. Charlotte Mason
  6. Waldorf
  7. Eclectic

Tujuh model homeschooling tersebut di atas dianggap model yang paling populer digunakan dan sering dibahas oleh praktisi dalam seminar ataupun dalam buku-buku. Namun, kali ini kita hanya akan membahas dua model saja: Model School at Home dan Model Unschooling.

Model School at Home

Kurikulum model school at home hampir sama dengan gaya sekolah formal, orang tua perlu menyiapkan kelas khusus, buku-buku paket dan menyusun jadwal pelajaran. Jika menggunakan metode ini kurikulum yang Parents gunakan adalah kurikulum nasional. Kurikulum pada model school at home memang sama dengan kurikulum di sekolah formal pada umumnya, namun dalam pelaksanaannya dimodifikasi agar sesuai dengan kondisi rumah dan keluarga, proses pembelajarannya dilakukan di rumah baik secara individu maupun secara komunitas dalam suasana yang ramah dan kekeluargaan, model ini memiliki standar ketercapaian materi dan kualitas yang sama dengan kurikulum yang diterapkan di sekolah formal. Cocok untuk keluarga yang merencanakan homeschooling sementara dan anak nanti akan kembali ke sekolah.

Model Unschooling

Berbeda dengan school at home yang menggunakan kurikulum yang sama dengan sekolah formal, terstruktur, pada unschooling metode pembelajarannya sangat tidak terstruktur. Model Unschooling sangat mengutamakan proses-proses belajar yang dijalani melalui proses “mengalami” dan mengedepankan minat serta bakat yang dimiliki oleh anak.

Di sini orang tua dituntut untuk memiliki peran sepenuhnya dalam memberikan fasilitas kegiatan belajar anak. Mulai dari harus memikirkan bentuk aktivitas harian anak seperti apa, di mana kegiatan belajar dilakukan, alat-alat apa saja yang digunakan untuk menunjang kegiatan pembelajaran dan masih banyak yang lain.

Perbedaan Homeschooling dan Sekolah Formal

Parents sudah mengenal apa itu homeschooling, apabila dirangkum dari penjelasan di atas, berikut ini adalah perbedaan antara Homeschooling dan sekolah formal:

Sistem Pendidikan

Pada homeschooling, sistem pendidikan menyesuaikan kebutuhan anak dan kondisi keluarga.

Pada sekolah formal, sistem pendidikan menggunakan standarisasi sesuai standar yang dipikirkan lembaga sekolah dan Departemen Pendidikan Nasional.

Fasilitas Pembelajaran

Fasilitas pembelajaran homeschooling secara umum lebih simple dan efisien, hanya menggunakan fasilitas yang ada. Lebih prefer kepada fasilitas yang ada dirumah, semua tergantung dengan kelengkapan dari fasilitas rumah itu sendiri.

Sedangkan pada sekolah formal, fasilitas pembelajaran sangat lengkap dan bagus, seperti laboratorium, perpustakaan, lapangan olahraga serta fasilitas-fasilitas pendukung lainnya, sesuai dengan sekolah yang dipilih. Bisa dibilang sangat memadai untuk tumbuh kembang anak.

Kurikulum

Kurikulum Homeschooling: lebih fleksibel karena dapat menggunakan kurikulum seperti sekolah formal atau mengikuti kurikulum dari luar negeri. Hal tersebut lebih memungkinkan orang tua dan anak untuk memilih dan mengadaptasi metode pembelajaran yang paling cocok dengan kondisi keluarga. Misal keluarga sepakat untuk menggunakan metode pembelajaran Project Based Learning, maka anak-anak akan lebih excited karena anak akan belajar sesuai dengan kebutuhan dan minat mereka.

Kurikulum sekolah formal: memiliki kurikulum yang sangat ketat karena sudah menjadi rancangan dari lembaga sekolahan dan juga departemen pendidikan nasional.

Jadwal Belajar

Jadwal belajar Homeschooling: Fleksibel, sesuai kesepakatan

Jadwal belajar sekolah formal, terstruktur dan ketat karena sudah disusun.

Selengkapnya, berikut rangkuman perbedaan antara homeschooling dan sekolah formal:

tabel perbedaan homeschooling dengan sekolah formal
tabel perbedaan homeschooling dengan sekolah formal sumber: finansialku

Related Articles

Responses

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.